Bring The Love Back!

Video ini biasanya saya suguhkan ketika saya melakukan presentasi tentang Online Marketing Basic dengan klien2 saya. Please enjoy it. :)

Anda juga bisa menontonya di MSN Video dengan kualitas yang lebih baik dan streaming lebih lancar *ketika saya mencobanya seperti itu.

Result Online Marketing Kenapa Kurang Memuaskan?

Pertanyaan klasik dari beberapa klien2 saya…

“Andy, saya sudah melakukan online campaign beberapa kali, tapi kok hasilnya selalu kurang memuaskan yah… kenapa begitu?…”

Biasanya saya selalu balik bertanya “kategory memuaskan disini apa ukurannya?…”

“Maksudnya?…” si klien penasaran.

“Maksud saya dari tiap2 campaign yang sudah pernah dijalankan, apa sih yang diharapkan? (online objective) dan berapa yang didapatkan? (result)”

“wah pokoknya click through tinggi, trafik ke website kita naik, penjualan naik bukan?…” klien sedikit bingung.

“Secara kasaran bisa begitu, secara analisis tidak begitu…” jawab saya.

Lalu saya mulai menjelaskan dengan santai tapi serius…

Sebuah online campaign yang baik dan benar, harus dimulai dari briefing yang jelas si brand/produk itu sendiri dari agency/client. Briefing yang jelas setidaknya meliputi :

  1. produk/brands
  2. keterangan produk/brand (kelebihan, unique selling, differensiasi, dsb.)
  3. type campaign (teaser, new launch, maintenance, dsb)
  4. period campaign
  5. duration campaign
  6. online objective
  7. other media placement
  8. other media objective
  9. additional info
  10.  dsb dsb

*Briefing bisa lebih details dari ini, semakin details semakin bagus.

Nah dari briefing tersebut kita bisa melihat online objective tiap campaign tentunya berbeda-beda, misalnya jika type campaignnya adalah new product launch, biasanya online objectivenya adalah awareness yang artinya bisa drive traffic, bisa juga interaction, tergantung dari conceptnya.

Drive traffic = CTR (click through) Interaction = spend time user with ads, total interaction on ads, etc.

Dari penjelasan tersebut kita bisa menemui sebuah kasus dimana campaign dengan CTR rendah atau bahkan 0 bisa menghasilkan sales lebih tinggi di kenyataannya… percaya?… sebaiknya tidak sebelum mendengarkan penjelasan lebih lanjut.

Kita analogikan sebuah banner tentang handphone model baru, bayangkan ada 2 macam iklan yang satu gambar handphone yang begitu di klik langsung drive ke website official si handphone, satu lagi di banner tersebut kita bisa  melakukan simulator seperti misalnya mengganti warna casing sesuai ketersediaan, melihat demo 3d bisa diputar2, buka tutup, melihat spesifikasi secara detils dari penjelasan yang menarik dan TANPA LINK ke website official.

Jika anda user yang melihat iklan tersebut, ketika melihat iklan pertama anda minimal akan melakukan 2 langkah untuk mengetahui spesifikasi handphone tersebut sebelum akhirnya memutuskan membeli. (banyak langkah jika ternyata website officialnya sangat tidak user friendly bukan?)

Sedangkan iklan kedua anda sudah tahu handphone itu tersedia warna apa saja, detils modelnya karena bisa melihat 3d rotate view, penjelasan tentang fitur2 utama, dsb. Jadi anda tidak perlu lagi ke website official handphone tersebut, dan anda bisa memutuskan apakah handphone tersebut sesuai dengan kebutuhan anda atau tidak, jika ya anda akan membelinya kemudian.

Got the point? Goodluck and let share again next time… :)

WANTED : Digital Person! Salary US$ ?,000 / month!

Hehehe… tenang saja, judul diatas hanyalah guyonan dari keadaan sekarang di kalangan agency baik itu media/brand atau bahkan direct advertiser. (Jangan mengirimkan CV ke saya yah!)  Ya 2008 ini (tepatnya sejak quartal akhir 2007) banyak sekali agency/advertiser di Indonesia mulai serius terhadap digital advertising, beberapa faktor penyebabnya adalah :

  • Mulai jenuhnya agency/advertiser terhadap media traditional, baik dari segi kreativitas maupun efektifitasnya itu sendiri.
  • Media digital khususnya online yang sedang naik daun di masyarakat, dari web 2.0 yang makin beragam, mulai dari blogging (seleb ngeblog) jejaring sosial seperti Friendster / FaceBook yang makin interaktif, aplikasi messenger (Yahoo Messenger / Windows Live Messenger) yang semakin menyenangkan, dsb.
  • Support Rich Media di beberapa network online yang menjadikan “Sky is The Limit” untuk para agency/advertiser dalam melakukan campaign.
  • Infrastruktur yang semakin baik (broadband, 3G, 3.5G, WiFi) dengan harga yang semakin terjangkau (Speedy, FastNet, Max3).
  • bla bla bla…

Lalu apa maksud “Digital Person” diatas? “Digital Person” saya maksudkan adalah individual/team yang mengerti tentang bagaimana melakukan sebuah advertising di digital media secara baik dan benar.

Wait… Secara baik dan benar? apakah ada yang secara tidak baik dan salah? BANYAK! contoh simple adalah mereka yang mengaku sudah melakukan online campaign dengan mengscan gambar iklan di majalah lalu meletakannya di internet, kemudian membuat sebuah banner lain dari gambar jpg/gif yang me-link kesana… (gampang banget kalau mo cari model banner begituankan?)

Lalu salah siapa itu? ya salah agency dan clientnya kalau mau mau aja melakukan hal tersebut… :) terus yang benar bagaimana? silahkan email saya atau tunggu dengan sabar di blog ini atau google kalau bahasa inggris anda bagus. :)

C U Later…

ps : maaf selalu ada gangguan waktu saya ngeblog akhir2 ini…

Online Interview Prediksi Bisnis Internet 2008

Siapa yang belum tahu CosaAranda? Jika belum dan anda seorang blogger yang ingin menerima penghasilan yang “lumayan” dari blogging/internet, silahkan belajar dari beliau di websitenya. Kebetulan dia sedang membuat topik Prediksi Bisnis Internet 2008, dan sedang melakukan sharing-sharing dengan melakukan interview beberapa pemain di bidangnya masing2 khususnya internet seperti teman saya Pitra dan pak Nukman Lutfie.

Untuk interview saya mungkin belum di upload disana karena saya baru bisa membalas pagi ini (saat mas Cosa meng-email saya sedang di Taipei, Taiwan) oleh karena itu saya juga ingin sharing disini, selamat menikmati, semoga berguna dan terima kasih kepada mas Cosa.

1. Bagaimana pendapatnya tentang perkembangan bisnis internet Indonesia di tahun 2007 barusan? Apakah di tahun 2008 nanti kondisi tersebut akan bertahan atau mengalami perubahan?

Tahun 2007 merupakan second baby step dari sebelumnya (tahun 2000-an) untuk local player, kalau dicermati ada beberapa pemain baru yang “kelihatannya” serius “menggodok” bidang bisnis online, dari yang conceptnya semi online maupun yang benar-benar online seperti bisnis game online yang selalu muncul pemain baru setiap tahunnya > 4 perusahaan. Tahun 2008 sendiri saya yakin akan semakin meningkat, pemicunya adalah semakin baiknya infrastructure (cable and next WiMax) dan alternative (3 & 3.5 G) pilihan untuk masyarakat terkoneksi dengan internet, maka akan semakin banyak pihak yang sadar bahwa ceruk di dunia online ini sebenarnya cukup menjajikan. Bicara mengenai porsi iklan karena berhubungan dengan pekerjaan saya, beberapa brand-brand besar akan menyisihkan anggaran yang lebih banyak ke digital advertising, dan sudah terasa di awal bulan ini.

2. Dengan semakin banyak masyarakat yang melek akan potensi bisnis online, apakah ini akan membawa perubahan dalam kondisi bisnis offline di Indonesia? Bagaimana dengan UKM?

Bisnis offline di Indonesia masih menjadi yang utama, bisnis online akan dimanfaatkan sebagai amplifier, kecuali untuk pemain yang memang pure online bidang bisnisnya, akan semakin banyak perusahaan yang “berpikir” keras untuk memanfaatkan media online untuk mendukung proses bisnisnya misalnya untuk advertising/branding/awareness , CRM & PR. Untuk UKM kemungkinan justru yang akan lebih gencar memanfaatkan media online, contoh simple untuk mereka bisa memanfaatkan media online untuk advertising/branding/awareness karena dari segi cost tentunya lebih affordable dan diharapkan lebih effective karena lebih measurable. Atau seperti yang banyak dilakukan sekarang sell our own product/service with internet.

3. Peran pemerintah dalam membantu pengembangan bisnis internet hingga sekarang terasa masih kurang. Bagaimana dengan tahun 2008 nanti?

Pertanyaan yang bagus dan susah dijawab oleh kita semua, tentunya kita sangat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih di bidang ini karena pada prinsipnya internet bisa membawa kemajuan dan dampak positif bagi masyarakat, jangan berdalih internet lebih banyak membawa pornography dan violence, semua itu sangat mudah diatasi dari segi teknikal bekerja sama dengan seluruh ISP misalnya memblok situs2 yang memang berdampak negatif, melihat respon bapak menteri di Pesta Blogger kemarin, saya sendiri cukup optimis pemerintah sebenarnya cukup aware dan mendukung, tinggal eksekusinya saja.

4. Bagi individu / personal, bagaimana prospek “make money from blog” di tahun 2008?

Pertanyaan yang paling sering datang ke email saya atau saat saya bertemu blogger2 J Saya sendiri optimis 2008 beberapa blogger akan bisa menikmati “remah-remah” porsi iklan dari brand-brand besar, dengan catatan bagi mereka yang memang benar-benar terbukti, ulet dan konsisten. Mengenai make money jangan lupa sebenarnya lebih gampang dari bisnis offline dan tradisional, jadi pastikan kita mempunyai long breathe ketika akan bermain di online.

5. Apa yang kira-kira akan menjadi andalan bagi blogger di tahun 2008? Apa akan masih tetap mengidolakan Google AdSense?

Saya malah ada pertanyaan balik, berapa banyak yang sudah “mencicipi” nikmatnya GA dari tahun-tahun kemarin? Logikanya jika cukup banyak maka akan banyak yang setia dan makin banyak yang mencoba, jika tidak maka akan mencari alternative lain.

6. Bagaimana dengan bisnis affiliasi dan “wirausaha” online (berjualan produk sendiri)? Mana yang akan lebih berkembang di tahun 2008?

Akan lebih banyak bermunculan wirausaha online, berhubungan dengan pertanyaan no. 2 sebelumnya, baik itu pemain individual maupun kelas kakap. Bisnis affiliasi juga akan tetap tumbuh.

7. Program PPC lokal mulai bermunculan, seperti Affiliates Indonesia, KumpulBlogger, dll. Bagaimana pendapatnya tentang ini? Bagaimana prospek mereka di tahun 2008?

Hal itu tergantung dari keseriusan mereka sendiri, dari mulai system, service sampai sales mereka, yang pasti mereka akan “bergerilya” dengan “keras” (pengalaman pribadi sampai “berbusa-busa” lho)

8. Apa harapan bagi dunia bisnis internet Indonesia di tahun 2008? Ada pesan-pesan khusus bagi pebisnis internet Indonesia?

Harapan ya simple… Penetrasi internet Indonesia meningkat pesat, maka yang lain akan mengikuti sendiri. Pesannya untuk pemain personal/individual saja ya karena kalau pemain kelas kakap saya yang malah belajar… Untuk personal/individual bisnis online = bisnis offline, buat rencana dengan baik dan matang, eksekusi dengan sepenuh hati dan pikiran, maintenance dengan teratur, expand dengan tepat dan hati-hati.

Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, semoga bisa membantu.

Rich Media Polite Banner ?

Tulisan saya sebelumnya ada menyebutkan tentang rich media banner, sebenernya apa itu rich media banner?

“Rich media is a term for advanced technology used in internet ads, such as streaming video, applets that allow user interaction, and special effects”

Simplenya banner yang lebih canggih dan interaktif, lebih canggih karena bisa menggunakan audio video, interaktif karena memang terdapat dua arah komunikasi antara brands di iklan tersebut dengan audience. (dan sekali lagi perlu diingat semua hal diatas bisa dilakukan hanya didalam banner tanpa memerlukan microsite / website)

Seperti apa contohnya? banyak!, sayang sekali saya tidak bisa memberikan demo offline disini karena keterbatasan media, beberapa bentuk rich media adalah sebagai berikut :

Polite Banner : Rich media banner yang interaksinya harus dimulai dari trigger oleh audience. (Polite disini berarti sopan atau tidak mengganggu, karena semua actionnya atas permintaan audience/user trigger) Eksekusinya bisa berupa Game, Data Collection, Downloadable Content, Viral Marketing, dsb.

Sample :

1. Horizontal banner dimana audience bisa memilih menu seperti main game, send to friends, info product dsb.

2. Audience bisa bermain game langsung di banner. (tanpa perlu link ke microsite/website brands)

3. Audience diminta mengisi data misalnya untuk door prize.

4. Audience bisa memberitahukan teman2nya tentang hal tersebut (viral marketing)

Bentuk2 yang lain saya akan bahas di topik berikutnya.

 

Memilih Network yang Tepat untuk Iklan Brand Anda.

Network

Beriklan di internet pada dasarnya hampir sama dengan beriklan di media lain, kita memerlukan banyak hal yang harus di pikirkan seperti strategy, concept, integrasi, dan lainnya. Itulah kenapa kita juga harus menentukan network yang tepat. Network? apa maksudnya itu? yang dimaksud network disini adalah beberapa website yang target audiencenya sesusai dengan target market kita, itu artinya kita tidak hanya beriklan di sebuah website lalu selesai begitu saja tugas kita.

Seperti yang kita bahas di topik sebelumnya, bahwa tidak ada sebuah website yang sangat ampuh yang bisa menjangkau semua target market anda, sebenarnya saya pribadi juga menerapkan prinsip yang sama untuk media traditional, dalam arti jika ingin memaksimalkan awareness misalnya, kita tidak bisa hanya memasang di satu jenis majalah/koran saja, tetapi carilah beberapa yang lain, itulah yang disebut dengan network.

Kenapa harus di beberapa website? tidak harus, tetapi jika anda ingin maksimal sebaiknya begitu, kenapa? fakta yang sangat mudah adalah perhatikan teman anda, apakah teman anda selalu membaca informasi dari media yang sama dengan anda setiap harinya? tentu tidak bukan? padahal anda dan teman anda ada di profil yang sama misalnya.

Lalu bagaimana sebaiknya? lakukan research, minta data & informasi sebanyak mungkin dari 3-5 media yang paling besar yang audiencenya merupakan target market anda. Bagaimana jika ada masalah dengan budget? lakukan research comparison dan lakukan prioritas, terkadang justru media yang teramat besar justru tidak menghasilkan impact yang tinggi karena teramat luas areanya.

Mintalah case studies campaign yang sudah pernah running di network tersebut, baik yang gagal maupun yang berhasil, konsultasilah dengan sales-sales media sesering mungkin, mereka akan membantu anda untuk melakukan campaign yang maksimal, dan tetap lakukan perbandingan antara media satu dengan media yang lain, anda akan bisa menentukan mana media yang profesional dan mana yang hanya ingin “menghisap” budget marketing anda.

Selanjutnya kita akan membahas mengenai service apa yang harus diberikan dari sebuah media yang profesional, terima kasih.

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

Target Market Media Internet

Target Market Media InternetSetelah membahas secara basic dan general tentang apakah sebuah brand sudah cocok mulai menggunakan media internet sebagai media marketing & promosi, maka ada baiknya kita bahas satu persatu secara lebih dalam, kita mulai dari dari yang namanya target market media internet.

Target market secara gampang itu bisa disebut calon pembeli atau calon pelanggan produk atau jasa yang anda tawarkan. Setiap brand pasti mempunyai target market sendiri, jadi kita harus mengerti seperti apakah target market brand kita? biasanya di kategorikan secara umum seperti ini :

  • Jenis Kelamin
  • Umur
  • Strata Sosial

Tetapi itu saja tidak cukup, maka biasanya media agency / brand agency akan mengadakan research secara lebih detail, misalnya :

  • Pekerjaan
  • Pendapatan
  • Gaya Hidup
  • Hobby
  • Daerah Tempat Tinggal

Bahkan biasanya bisa lebih detils lagi seperti :

  • Sudah mempunyai kartu kredit sendiri?
  • Sudah mempunyai rumah sendiri?
  • Sudah berkeluarga?
  • Sudah mempunyai anak?
  • Sudah mempunyai bisnis sendiri?
  • dsb sesuai kebutuhan brand itu sendiri.

Itulah kenapa ada badan-badan yang mengadakan research secara lebih dalam dan hasil researchnya itu dijual, contohnya Nielsen, Synovate, dsb.

*Media agency adalah sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan client itu sendiri tentang apa, mengapa dan bagaimananya sebuah brand melakukan marketing dan promosi, Brand agency adalah sebuah perusahaan yang membantu media agency dan client untuk urusan eksekusi media plannya seperti menyangkut produksi materi, mengorganisir event, dsb. Biasanya media agency dan brand agency adalah sister company.

Terkadang target market bisa bukan si pengguna produk / jasa itu sendiri, misalnya popok bayi, produk tersebut adalah untuk para bayi, tetapi jelas kita tahu bahwa bayi tidak mungkin membeli produk itu sendiri, siapa yang membeli produk-produk bayi tersebut? anda benar, ibunya, maka target marketnya adalah ibunya.

Selain mengetahui target market kita, kita juga perlu mengetahui influencer target market kita, influencer maksudnya adalah kelompok lain yang bisa berpotensi untuk mempengaruhi target market kita. Misalnya produk motor sporty, target market produk tersebut mungkin saja memang anak muda yang masih sekolah, kuliah sampai yang baru kerja, tetapi yang membantu mereka membeli produk tersebut adalah orang tuanya, maka orang tuanya itulah yang disebut influencer.

Ada lagi yang disebut dengan bias target market, bias target market adalah calon pembeli/pelanggan produk/jasa yang berasal bukan dari target market utama. Misalnya ada fenomena misalnya sebuah kafe yang menjual kopi, awalnya target market mereka adalah kaum profesional, ternyata di daerah itu ada universitas, maka bisa terjadi kafe tersebut lebih ramai oleh para mahasiswa yang nongkrong2 disana dibanding target utama mereka itu sendiri.

*contoh diatas adalah contoh yang sangat simple, dalam prakteknya akan jauh lebih kompleks.

Lalu setelah kita mengetahui itu semua, dan rasanya memang cocok di media internet, apakah kita bisa langsung mencobanya? tunggu dulu, seperti yang sudah kita bahas di topik sebelumnya, internet itu ada kemiripan dengan media tradisional, yaitu kita harus menentukan di mana network yang paling sesuai untuk target market kita, karena memang internet itu luas sekali, anda bisa bingung dan tersesat jika menelusurinya satu persatu tanpa arah tujuan.

Hal itu akan kita bahas di topik berikutnya saja yah, thanks.

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

Beriklan di internet?

Beriklan di internet?Pertanyaan diatas beberapa kali datang ketika saya bertemu beberapa client, ada client dari brand menengah bahkan terkadang untuk beberapa brand besar pun masih menanyakan hal itu, sebenarnya kenapa beriklan di internet?

Pada dasarnya pemilihan media internet sebagai media marketing hampir sama prosesnya dengan pemilihan media lain seperti televisi, print ad (koran, majalah, dsb), out door (billboard, spanduk, dsb), dan radio. HARUS melewati beberapa filter agar nantinya bisa memperoleh hasil yang efektif, efisien dan maksimal/memuaskan sesuai dengan objectifnya.

Jadi perlu di tinjau kembali lagi ke brand itu sendiri, seperti apa target marketnya? (usia, jenis kelamin, strata sosial, tingkat pendidikan, pendapatan, tingkah laku, seperti apa bias target marketnya? (sebaran dari target market utama) seperti apa influencernya?(orang yang mempengaruhi target market utama) dsb.

Setelah mengetahui target market yang di cari ada dan cukup atau bahkan lebih potensial di media internet, lalu langkah selanjutnya adalah menentukan network yang sesuai, ingat internet itu bisa menjadi media yang sangat niche (tersegmen/terbagi-bagi) sama seperti majalah misalnya ada majalah bisnis, majalah anak muda, majalah wanita, majalah kesehatan, dsb. Jangan pernah percaya jika ada yang mengatakan bahwa satu website cocok untuk beriklan semua produk bahkan jika website itu sangat terkenal sekalipun. Jadi misalnya saya berkata Friendster itu website nomor satu di Indonesia, semua orang tahu dan punya account disana, page viewsnya tinggi sekali, jadi semua brands bisa pasang iklan disana, silahkan anda menendang saya keluar dari pintu saat itu juga. :)

Pelajari network yang ada, mintalah data selengkap mungkin, tanyakan case studies (campaign yang pernah running disana baik yang berhasil maupun yang gagal) yang ada, apa rekomendasi dari mereka, dsb.

Setelah anda mengetahui network apa yang sesuai, langkah berikutnya adalah menentukan strategy untuk online campaign anda, nah disinilah perbedaan antara tradisional media (tv, radio, print ad, outdoor) dengan non tradisional media (internet) mulai kelihatan, jika network yang anda pilih hanya menyediakan packages banner standard, sedangkan objectif anda cukup kompleks seperti misalnya ingin mengukur interaksi antara brand dengan user, maka hal itu tidak bisa dilakukan.

Untuk mengukur interaksi antara brand dengan user, dibutuhkan sebuah teknologi khusus yang dinamakan Rich Media Banner (nanti akan saya bahas khusus di satu topik) dengan rich media misalnya iklan menggunakan video, maka banyak hal yang bisa diukur seperti berapa banyak orang yang melihat video itu selama 5 detik pertama, 10 detik pertama, 15 detik pertama atau sampai selesai, berapa orang yang menekan tombol sound, replay dsb. Data seperti itu kelihatannya sepele tapi sebenarnya itu adalah investasi yang sangat bagus untuk sebuah brand mengetahui seberapa besar user menyukai brand itu sendiri, begitu juga dengan hal-hal lain yang masih bisa diukur dengan rich media.

Bahkan jika objectif brand anda hanya ingin meningkatkan awareness saja sekalipun, anda harus mempunyai konsep yang bagus dan kuat untuk membuat standard bannernya. (ingatkan saya untuk membahas konsep yang bagus untuk online campaign)

Setelah mempunyai strategy yang bagus, anda juga harus memikirkan timelinenya, kapan & berapa lama campaign anda akan berjalan? berdasarkan pengalaman saya dengan client, sebuah online campaign minimum harus running selama dua minggu baru bisa dikatakan efektif, dengan asumsi network tersebut cukup tinggi trafficnya, sehingga minimal orang akan login seminggu sebanyak 3x dan melihat iklan anda sebanyak 6x, dan iklan anda akan tersimpan di memory user. (menurut penelitian sebuah iklan membutuhkan minimal 3 - 6 x terlihat oleh audience, sampai akhirnya teringat)

Setelah anda melewati semua proses dasar tersebut, maka anda akan bisa memutuskan apakah brand anda sudah sesuai untuk beriklan di Internet? selamat mencoba.

ps : seperti yang anda lihat sendiri, untuk membahas kenapa beriklan di internet saja cukup panjang, itu menandakan bahwa internet marketing itu begitu luas.

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”

Sinkronisasi tulisan sebelumnya

Di blog OrangeMood saya sempat beberapa kali menulis tentang seputar internet marketing Indonesia, jadi ada baiknya kita meng-sinkronisasi dulu sebelum kita memulai berbagi topik lain. berikut link dan mengenai apa tulisan tersebut :

  • Winners Never Cheat!
    Sharing pengalaman pribadi tentang kredibilitas seseorang dari sebuah agency lokal, network lokal, network internasional dan pentingnya pihak ketiga yang independent dan profesional.
  • Ads at My Blogs?
    Pertanyaan tentang apakah sebuah iklan display di blog kita sudah dapat diterima oleh masyarakat sekarang khususnya blogger, apakah efektif, dsb.
  • Kok Saya Bikin Repot Sendiri?
    Sharing pengalaman pribadi tentang pentingnya sebuah standar untuk sebuah brands ketika akan melakukan online campaign, manfaat dan tugas seorang konsultan, dsb.
  • Can MoodMill beat Twitter?
    Sharing tentang pentingnya sebuah konsep yang kuat ketika membangun sebuah aplikasi online, hal itu juga berlaku untuk client ketika akan melakukan online campaign.
  • Online Advertising Need or Not?
    Membahas tentang dasar-dasar apakah sebuah brand memerlukan media internet untuk beriklan, pemilihan media. pemilihan agensi, rata-rata click through, dsb.
  • Dare to Try Online Business?
    Membahas tentang dasar-dasar ketika kita akan melakukan bisnis online, dsb.

Rasanya itu, mungkin ada beberapa yang terlewat, tetapi tidak apa2 nanti toh kita akan membahas dari A sampai Z tentang internet marketing Indonesia, terima kasih.

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant” 

Mengenai blog IMID > Internet Marketing Indonesia

Mungkin anda pernah membaca tulisan saya di blog personal yaitu OrangeMood > The Orange Network, disana saya membahas tentang beberapa hal mengenai keseharian saya, motivasi, nilai & gaya hidup, dsb yang bersifat lebih personal.

Khusus di blog ini, saya akan membahas fokus mengenai internet marketing, mengapa? ada beberapa pertimbangan, antara lain :

  • Pekerjaan saya sekarang adalah memberikan solusi untuk client-client yang ingin beriklan di media Internet.
  • Pengalaman saya sebelumnya juga semuanya seputar dunia internet, dari mulai pemanfaatan internet di sebuah kantor pusat perusahaan fast food, meng-handle ratusan server secara real time dan menangani tetek bengek network untuk game online, membuat sebuah komunitas online yang unik untuk market Indonesia, sampai ke pekerjaan sekarang.
  • Banyak hal yang bisa disharing bersama tentang internet marketing khususnya di Indonesia, karena internet marketing amat sangat luas, namun jika kita saling sharing, maka kita bisa semakin mengerti tentang bidang internet marketing ini secara lebih baik.

Lalu apa bedanya dengan beberapa blog lain yang membahas internet marketing di Indonesia juga? setiap blog akan mempunyai karateristik sendiri-sendiri, dari cara penyampaian, topik yang dibahas, gaya bahasa, dsb. Untuk blog saya ini akan lebih membahas dari dasar tentang internet marketing dan bertahap terus sampai membahas masalah yang lebih kompleks.
Ada beberapa batasan antara saya dan tulisan saya nantinya seputar etika dan profesionalisme pekerjaan saya, seperti saya tidak/belum bisa meng-share secara detils data/informasi yang saya miliki jika data/informasi tersebut adalah milik perusahaan yang sifatnya confidential, atau hal lain seperti siapa client saya, apa yang mereka sudah lakukan, bagaimana hasilnya dsb karena tentunya saya harus meminta ijin dulu kepada client saya tersebut.

Saya akan membuat sebuah halaman khusus untuk anda supaya jika anda ingin bertanya tentang internet marketing Indonesia anda bisa bertanya disana, dan mungkin saya akan membuatkan topik khusus dan membahasnya bersama agar lebih mudah dimengerti dan teratur.

Tentu saja tidak sebatas itu, jika anda memang ingin lebih detils, anda bisa menghubungi saya via email terlebih dahulu di Andy14_friends @ yahoo.com *tanpa spasi. kemudian selanjutnya bisa kita atur lagi.

Selamat berbagi!

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”