Target Market Media InternetSetelah membahas secara basic dan general tentang apakah sebuah brand sudah cocok mulai menggunakan media internet sebagai media marketing & promosi, maka ada baiknya kita bahas satu persatu secara lebih dalam, kita mulai dari dari yang namanya target market media internet.

Target market secara gampang itu bisa disebut calon pembeli atau calon pelanggan produk atau jasa yang anda tawarkan. Setiap brand pasti mempunyai target market sendiri, jadi kita harus mengerti seperti apakah target market brand kita? biasanya di kategorikan secara umum seperti ini :

  • Jenis Kelamin
  • Umur
  • Strata Sosial

Tetapi itu saja tidak cukup, maka biasanya media agency / brand agency akan mengadakan research secara lebih detail, misalnya :

  • Pekerjaan
  • Pendapatan
  • Gaya Hidup
  • Hobby
  • Daerah Tempat Tinggal

Bahkan biasanya bisa lebih detils lagi seperti :

  • Sudah mempunyai kartu kredit sendiri?
  • Sudah mempunyai rumah sendiri?
  • Sudah berkeluarga?
  • Sudah mempunyai anak?
  • Sudah mempunyai bisnis sendiri?
  • dsb sesuai kebutuhan brand itu sendiri.

Itulah kenapa ada badan-badan yang mengadakan research secara lebih dalam dan hasil researchnya itu dijual, contohnya Nielsen, Synovate, dsb.

*Media agency adalah sebuah perusahaan yang bekerja sama dengan client itu sendiri tentang apa, mengapa dan bagaimananya sebuah brand melakukan marketing dan promosi, Brand agency adalah sebuah perusahaan yang membantu media agency dan client untuk urusan eksekusi media plannya seperti menyangkut produksi materi, mengorganisir event, dsb. Biasanya media agency dan brand agency adalah sister company.

Terkadang target market bisa bukan si pengguna produk / jasa itu sendiri, misalnya popok bayi, produk tersebut adalah untuk para bayi, tetapi jelas kita tahu bahwa bayi tidak mungkin membeli produk itu sendiri, siapa yang membeli produk-produk bayi tersebut? anda benar, ibunya, maka target marketnya adalah ibunya.

Selain mengetahui target market kita, kita juga perlu mengetahui influencer target market kita, influencer maksudnya adalah kelompok lain yang bisa berpotensi untuk mempengaruhi target market kita. Misalnya produk motor sporty, target market produk tersebut mungkin saja memang anak muda yang masih sekolah, kuliah sampai yang baru kerja, tetapi yang membantu mereka membeli produk tersebut adalah orang tuanya, maka orang tuanya itulah yang disebut influencer.

Ada lagi yang disebut dengan bias target market, bias target market adalah calon pembeli/pelanggan produk/jasa yang berasal bukan dari target market utama. Misalnya ada fenomena misalnya sebuah kafe yang menjual kopi, awalnya target market mereka adalah kaum profesional, ternyata di daerah itu ada universitas, maka bisa terjadi kafe tersebut lebih ramai oleh para mahasiswa yang nongkrong2 disana dibanding target utama mereka itu sendiri.

*contoh diatas adalah contoh yang sangat simple, dalam prakteknya akan jauh lebih kompleks.

Lalu setelah kita mengetahui itu semua, dan rasanya memang cocok di media internet, apakah kita bisa langsung mencobanya? tunggu dulu, seperti yang sudah kita bahas di topik sebelumnya, internet itu ada kemiripan dengan media tradisional, yaitu kita harus menentukan di mana network yang paling sesuai untuk target market kita, karena memang internet itu luas sekali, anda bisa bingung dan tersesat jika menelusurinya satu persatu tanpa arah tujuan.

Hal itu akan kita bahas di topik berikutnya saja yah, thanks.

“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”


Leave a Comment