Hehehe… tenang saja, judul diatas hanyalah guyonan dari keadaan sekarang di kalangan agency baik itu media/brand atau bahkan direct advertiser. (Jangan mengirimkan CV ke saya yah!)  Ya 2008 ini (tepatnya sejak quartal akhir 2007) banyak sekali agency/advertiser di Indonesia mulai serius terhadap digital advertising, beberapa faktor penyebabnya adalah :

  • Mulai jenuhnya agency/advertiser terhadap media traditional, baik dari segi kreativitas maupun efektifitasnya itu sendiri.
  • Media digital khususnya online yang sedang naik daun di masyarakat, dari web 2.0 yang makin beragam, mulai dari blogging (seleb ngeblog) jejaring sosial seperti Friendster / FaceBook yang makin interaktif, aplikasi messenger (Yahoo Messenger / Windows Live Messenger) yang semakin menyenangkan, dsb.
  • Support Rich Media di beberapa network online yang menjadikan “Sky is The Limit” untuk para agency/advertiser dalam melakukan campaign.
  • Infrastruktur yang semakin baik (broadband, 3G, 3.5G, WiFi) dengan harga yang semakin terjangkau (Speedy, FastNet, Max3).
  • bla bla bla…

Lalu apa maksud “Digital Person” diatas? “Digital Person” saya maksudkan adalah individual/team yang mengerti tentang bagaimana melakukan sebuah advertising di digital media secara baik dan benar.

Wait… Secara baik dan benar? apakah ada yang secara tidak baik dan salah? BANYAK! contoh simple adalah mereka yang mengaku sudah melakukan online campaign dengan mengscan gambar iklan di majalah lalu meletakannya di internet, kemudian membuat sebuah banner lain dari gambar jpg/gif yang me-link kesana… (gampang banget kalau mo cari model banner begituankan?)

Lalu salah siapa itu? ya salah agency dan clientnya kalau mau mau aja melakukan hal tersebut… :) terus yang benar bagaimana? silahkan email saya atau tunggu dengan sabar di blog ini atau google kalau bahasa inggris anda bagus. :)

C U Later…

ps : maaf selalu ada gangguan waktu saya ngeblog akhir2 ini…


Leave a Comment