Pertanyaan klasik dari beberapa klien2 saya…

“Andy, saya sudah melakukan online campaign beberapa kali, tapi kok hasilnya selalu kurang memuaskan yah… kenapa begitu?…”

Biasanya saya selalu balik bertanya “kategory memuaskan disini apa ukurannya?…”

“Maksudnya?…” si klien penasaran.

“Maksud saya dari tiap2 campaign yang sudah pernah dijalankan, apa sih yang diharapkan? (online objective) dan berapa yang didapatkan? (result)”

“wah pokoknya click through tinggi, trafik ke website kita naik, penjualan naik bukan?…” klien sedikit bingung.

“Secara kasaran bisa begitu, secara analisis tidak begitu…” jawab saya.

Lalu saya mulai menjelaskan dengan santai tapi serius…

Sebuah online campaign yang baik dan benar, harus dimulai dari briefing yang jelas si brand/produk itu sendiri dari agency/client. Briefing yang jelas setidaknya meliputi :

  1. produk/brands
  2. keterangan produk/brand (kelebihan, unique selling, differensiasi, dsb.)
  3. type campaign (teaser, new launch, maintenance, dsb)
  4. period campaign
  5. duration campaign
  6. online objective
  7. other media placement
  8. other media objective
  9. additional info
  10.  dsb dsb

*Briefing bisa lebih details dari ini, semakin details semakin bagus.

Nah dari briefing tersebut kita bisa melihat online objective tiap campaign tentunya berbeda-beda, misalnya jika type campaignnya adalah new product launch, biasanya online objectivenya adalah awareness yang artinya bisa drive traffic, bisa juga interaction, tergantung dari conceptnya.

Drive traffic = CTR (click through) Interaction = spend time user with ads, total interaction on ads, etc.

Dari penjelasan tersebut kita bisa menemui sebuah kasus dimana campaign dengan CTR rendah atau bahkan 0 bisa menghasilkan sales lebih tinggi di kenyataannya… percaya?… sebaiknya tidak sebelum mendengarkan penjelasan lebih lanjut.

Kita analogikan sebuah banner tentang handphone model baru, bayangkan ada 2 macam iklan yang satu gambar handphone yang begitu di klik langsung drive ke website official si handphone, satu lagi di banner tersebut kita bisa  melakukan simulator seperti misalnya mengganti warna casing sesuai ketersediaan, melihat demo 3d bisa diputar2, buka tutup, melihat spesifikasi secara detils dari penjelasan yang menarik dan TANPA LINK ke website official.

Jika anda user yang melihat iklan tersebut, ketika melihat iklan pertama anda minimal akan melakukan 2 langkah untuk mengetahui spesifikasi handphone tersebut sebelum akhirnya memutuskan membeli. (banyak langkah jika ternyata website officialnya sangat tidak user friendly bukan?)

Sedangkan iklan kedua anda sudah tahu handphone itu tersedia warna apa saja, detils modelnya karena bisa melihat 3d rotate view, penjelasan tentang fitur2 utama, dsb. Jadi anda tidak perlu lagi ke website official handphone tersebut, dan anda bisa memutuskan apakah handphone tersebut sesuai dengan kebutuhan anda atau tidak, jika ya anda akan membelinya kemudian.

Got the point? Goodluck and let share again next time… :)


Leave a Comment