Posted by: Andy OrangeMood on: Juni 12, 2008
Bagi yang berlangganan koran Kompas, pasti akan segera notice kalau ada advertiser yang begitu gencar memasang iklannya setiap hari dari beberapa minggu lalu dan minimal 1/2 halaman full color… (mantep kan?!) Coba tebak iklan apakah itu?…
Yak advertisernya adalah Kompas.com… setiap hari kompas.com media non traditional tersebut gencar memasang iklan di media traditionalnya sendiri koran Kompas. Tepatnya sejak Kompas.com melakuan revamp alias merubah layout tampilan websitenya dan bertema Kompas Reborn.
Selain itu mereka juga melakukan Press Realese di hotel Mulia, dan juga melakukan kampanye offline dengan membagikan bola kecil bertuliskan Kompas.com di beberapa perempatan jalan selama beberapa hari oleh SPG (cantik nda ya?) yang katanya setiap titik dibagikan sekitar 4500 bola.
Wuih… saya pun berdecak kagum, mantap memang, Kompas punya power, resource dan tentunya duit yang kenceng buat mengsupport produk mereka… kenapa ngga dari dulu ya… (beberapa tahun yang lalu juga saya sempet mikir begitu lho… ini buktinya… dibawah itu komentar dari saya November 2006 :p ) Kemudian setelah beberapa hari mereka mulai mengiklankan tentang kanal2 mereka seperti bola eropa, kompas radio, kompas musik, dsb dsb yang jujur saya sendiri belum pernah membuka/mencoba fitur2 tersebut…
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia online sejak pertama kali bekerja, beberapa kali membangun bisnis online dan sekarang sebagai “penjual” iklan online di media internasional Friendster & MSN Network, dan juga freelance sebagai online marketing consultant, saya mengamati fenomena Kompas.com ini sangat menarik… Kenapa menarik? Pengalaman saya mengatakan Kompas.com agak terlalu terburu-buru…
Saya mengerti mungkin rencana Kompas.com untuk menjadi mega portal di Indonesia, ditunjang power, resource dan money mereka yang memadai, mereka langsung menggebrak seperti sekarang ini… masalahnya Tantangannya adalah semakin besar sebuah bangunan, maka harus semakin kuat pula pondasinya… dan untuk membangun pondasi yang kuat tersebut dibutuhkan banyak hal, seperti misalnya arsitek2, insinyur bahkan sampai kuli2 yang tepat untuk mengeksekusinya… (selain power, duit dan segala macemnya)
Kalau dari pengalaman saya sih ya, membesarkan satu buah website saja butuh ekstra kerja keras (ekstra yang lain2 juga) dari mulai concept, design, navigation, flow, features, dsb. Nah yang saya khawatirkan adalah kompas yang kelihatannya terburu-buru akhirnya seperti asal jadi saya untuk fitur2nya… contoh kecil yang saya baru temukan adalah disini misalnya Itu adalah fitur Videoku.tv (youtube kloning) bagian Privacy Policy, isinya?… blank… kalau ini situs pribadi seh dimaklumi, tapi ini bagian dari Kompas.com lho… begitu juga bagian FAQ-nya… dan mungkin bagian2 lainnya, silahkan cari sendiri…
Okelah itu hal2 sepele, the biggest problemnya adalah nampaknya prinsip MeToo.com alias kloningan itu terjadi disana… ok lah, menemukan ide yang benar2 original untuk online bisnis hampir dikatakan mustahil, setidaknya kita harus menyesuaikan produk dengan market yang ada.
Hal lain yang bisa kita cermati, para pemain online yang sukses kok nampaknya memang tidak ada yang semua produknya sukses ya, alias mereka focus ke 1 atau 2 produk unggulannya… (google, yahoo, microsoft, youtube, facebook, friendster, twitter, dsb) Saya khawatir, kompas.com tidak bisa memaksimalkan resource yang ada dengan baik justru karena sepak terjangnya sendiri yang begitu cepat dan besar alias senjata makan tuan…
Semoga Kompas.com tidak seperti yang saya khawatirkan… bagaimana menurut anda? Goodluck Kompas!
sebentar lagi koran lain ikutan…..
Yang penting show me the money..bikin situs bisnis online yang canggih gak menghasilkan buat apa?? Lebih baik berjalan menuju sempurna, daripada nunggu sempurna dulu baru jalan. Sesuai hukum pareto, 80/20, 20% produk anda menghasilkan 80% dari pemasukan.
1 | Ivan
Juni 13, 2008 pada 3:23 am
Tujuan Kompas adalah cari duit, bukan menciptakan suatu aplikasi. Pada umumnya semua situs dominan bertujuan untuk itu, dan budayanya bener2 berbeda dengan budaya startup di amerika.
Sama halnya dengan detik.com bikin blog hosting, untuk tambah content dan jual iklan. Bentar lagi ga heran kalo kompas bikin blog hosting juga. Kalo saya bikin portal, ya pasti ada blog nya
Budaya startup di amerika lebih ke arah inovasi baru, ditunjak oleh investor2 yg ingin duitnya berlipat ganda dengan menjual investasinya ke perusahaan yg lebih gede. Kebanyakan startup untuk masalah profit itu kebanyak minus, termasuk YouTube sebelum diambil alih Google.
Contoh lain adalah Twitter, down berulang kali, tapi masih termasuk aplikasi populer. Make Profit? I don’t think so…
It’s all about the money … MeToo.com pun ga papa. (Setidaknya jangan terlalu terus terang lah)
PS: Salam kenal…