Posted by: Andy OrangeMood on: Juni 17, 2008
Saat bergabung di group Web 2.0 (Entrepreneurs) di Facebook, saya melihat quote menarik yang makin menambah semangat saya untuk segera menyelesaikan project web 2.0 saya… Semoga quote ini juga bermanfaat bagi anda… Go Indonesian Entrepreneurs Web 2.0…
+15 Startup Commandments
1. Your idea isn’t new. Pick an idea; at least 50 other people have thought of it. Get over your stunning brilliance and realize that execution matters more.
2. Stealth startups suck. You’re not working on the Manhattan Project, Einstein. Get something out as quickly as possible and promote the hell out of it.
3. If you don’t have scaling problems, you’re not growing fast enough.
4. If you’re successful, people will try to take advantage of you. Hope that you’re in that position, and hope that you’re smart enough to not fall for it.
5. People will tell you they know more than you do. If that’s really the case, you shouldn’t be doing your startup.
6. Your competition will inflate their numbers. Take any startup traffic number and slash it in half. At least.
7. Perfection is the enemy of good enough. Leonardo could paint the Mona Lisa only once. You, Bob Ross, can push a bug release every 5 minutes because you were at least smart enough to do a web app.
8. The size of your startup is not a reflection of your manhood. More employees does not make you more of a man (or woman as the case may be).
9. You don’t need business development people. If you’re successful, companies will come to you. The deals will still be distractions and not worth doing, but at least you’re not spending any effort trying to get them.
10. You have to be wrong in the head to start a company. But we have all the fun.
11. Starting a company will teach you what it’s like to be a manic depressive. They, at least, can take medication.
12. Your startup isn’t succeeding? You have two options: go home with your tail between your legs or do something about it. What’s it going to be?
13. If you don’t pay attention to your competition, they will turn out to be geniuses and will crush you. If you do pay attention to them, they will turn out to be idiots and you will have wasted your time. Which would you prefer?
14. Startups are not a democracy. Want a democracy? Go run for class president, Bueller.
15. You’re doing a web app, right? This isn’t the 1980s. Your crummy, half-assed web app will still be more successful than your competitor’s most polished software application.
+10 More Startup Commandments
1. You will have at least one catastrophe every three months.
2. Outsource effectively, or be effectively outsourced.
3. Do you thrive on stress and ambiguity? You’d better.
4. The best way to get outside funding is to be successful already. Stupid but true. But you, cheapskate, don’t need money, right?
5. People will think your idea sucks. They’re even probably right. The only way to prove them wrong is to succeed.
6. A startup will require your complete attention and devotion. Thought your first love in High School was clingy? You can’t take out a restraining order on your startup.
7. Being an entrepreneur requires a healthy amount of ignorance. Note I did not say stupidity.
8. Your software sucks. So what. Everyone else’s does also, and re-architecting is the kiss of death for a startup. Startups are no place for architecture astronauts.
9. You do have a public API, right?
10. Abject Terror. Overwhelming Joy. Monstrous Greed. Embrace and harness these emotions you must.
Posted by: Andy OrangeMood on: Juni 12, 2008
Bagi yang berlangganan koran Kompas, pasti akan segera notice kalau ada advertiser yang begitu gencar memasang iklannya setiap hari dari beberapa minggu lalu dan minimal 1/2 halaman full color… (mantep kan?!) Coba tebak iklan apakah itu?…
Yak advertisernya adalah Kompas.com… setiap hari kompas.com media non traditional tersebut gencar memasang iklan di media traditionalnya sendiri koran Kompas. Tepatnya sejak Kompas.com melakuan revamp alias merubah layout tampilan websitenya dan bertema Kompas Reborn.
Selain itu mereka juga melakukan Press Realese di hotel Mulia, dan juga melakukan kampanye offline dengan membagikan bola kecil bertuliskan Kompas.com di beberapa perempatan jalan selama beberapa hari oleh SPG (cantik nda ya?) yang katanya setiap titik dibagikan sekitar 4500 bola.
Wuih… saya pun berdecak kagum, mantap memang, Kompas punya power, resource dan tentunya duit yang kenceng buat mengsupport produk mereka… kenapa ngga dari dulu ya… (beberapa tahun yang lalu juga saya sempet mikir begitu lho… ini buktinya… dibawah itu komentar dari saya November 2006 :p ) Kemudian setelah beberapa hari mereka mulai mengiklankan tentang kanal2 mereka seperti bola eropa, kompas radio, kompas musik, dsb dsb yang jujur saya sendiri belum pernah membuka/mencoba fitur2 tersebut…
Sebagai orang yang berkecimpung di dunia online sejak pertama kali bekerja, beberapa kali membangun bisnis online dan sekarang sebagai “penjual” iklan online di media internasional Friendster & MSN Network, dan juga freelance sebagai online marketing consultant, saya mengamati fenomena Kompas.com ini sangat menarik… Kenapa menarik? Pengalaman saya mengatakan Kompas.com agak terlalu terburu-buru…
Saya mengerti mungkin rencana Kompas.com untuk menjadi mega portal di Indonesia, ditunjang power, resource dan money mereka yang memadai, mereka langsung menggebrak seperti sekarang ini… masalahnya Tantangannya adalah semakin besar sebuah bangunan, maka harus semakin kuat pula pondasinya… dan untuk membangun pondasi yang kuat tersebut dibutuhkan banyak hal, seperti misalnya arsitek2, insinyur bahkan sampai kuli2 yang tepat untuk mengeksekusinya… (selain power, duit dan segala macemnya)
Kalau dari pengalaman saya sih ya, membesarkan satu buah website saja butuh ekstra kerja keras (ekstra yang lain2 juga) dari mulai concept, design, navigation, flow, features, dsb. Nah yang saya khawatirkan adalah kompas yang kelihatannya terburu-buru akhirnya seperti asal jadi saya untuk fitur2nya… contoh kecil yang saya baru temukan adalah disini misalnya Itu adalah fitur Videoku.tv (youtube kloning) bagian Privacy Policy, isinya?… blank… kalau ini situs pribadi seh dimaklumi, tapi ini bagian dari Kompas.com lho… begitu juga bagian FAQ-nya… dan mungkin bagian2 lainnya, silahkan cari sendiri…
Okelah itu hal2 sepele, the biggest problemnya adalah nampaknya prinsip MeToo.com alias kloningan itu terjadi disana… ok lah, menemukan ide yang benar2 original untuk online bisnis hampir dikatakan mustahil, setidaknya kita harus menyesuaikan produk dengan market yang ada.
Hal lain yang bisa kita cermati, para pemain online yang sukses kok nampaknya memang tidak ada yang semua produknya sukses ya, alias mereka focus ke 1 atau 2 produk unggulannya… (google, yahoo, microsoft, youtube, facebook, friendster, twitter, dsb) Saya khawatir, kompas.com tidak bisa memaksimalkan resource yang ada dengan baik justru karena sepak terjangnya sendiri yang begitu cepat dan besar alias senjata makan tuan…
Semoga Kompas.com tidak seperti yang saya khawatirkan… bagaimana menurut anda? Goodluck Kompas!
Posted by: Andy OrangeMood on: Juni 12, 2008
Sewaktu saya pergi ke toko buku beberapa waktu lalu, saya melihat 2 buku yang begitu menjual judulnya, seperti “Cara mudah meraup dollar melalui internet” atau “7 langkah menjadi kaya melalui internet” dan sejenisnya (1 bukunya bersampul putih dan satu lagi merah, pengarang? Tidak perlu lah…)
Saya sendiri sangat tertarik karena memang pekerjaan saya selalu bergelut di dunia online, namun setelah saya membacanya sekilas, sayangnya buku tersebut menurut saya tidak bagus, bahkan cenderung menyesatkan. Menyesatkan karena di buku yang bersampul merah malah disarankan untuk mengcopy paste content orang lain dan terang2an si penulis mengaku dia orang yang malas menulis, jadi copy paste adalah wajar dan dianjurkan… Buku satunya memang tidak separah itu, hanya saja isinya tidak lebih baik kalau anda meng-google dengan kata kunci SEO Basic Guide…
Hal lain adalah tentang Anne Ahira, dengan Asian Brainnya, terus terang buat orang-orang yang belum paham tentang dunia internet (kebetulan ingat kemarin2 mereka pasang iklan di salah satu media online dengan banner yang bikin sakit mata… ) mungkin mereka akan terkagum-kagum dengan “story” yang mereka ceritakan… tetapi buat mereka yang paham tentang skema-nya, mereka akan bisa memutuskan sendiri, apakah itu satu-satunya jalan untuk menjadi kaya melalui Internet… Saya tidak akan membahas tentang dia disini, karena saya pikir kita semua bisa menilai sendiri dari mulai tampilan website, “story” dia dan teamnya, skemanya dia, dan anda juga bisa googling sendiri tentang dia yang sesungguhnya…
Seperti yang kita ketahui, hampir tidak ada yang instant ketika kita ingin menjadi sukses baik di dalam hal tertentu, begitu juga di dunia internet… Tanyalah para jawara SEO di Indonesia seperti mas Cosaraanda, dkk. Atau si empunya Detik, Kompas… Lebih jauh lagi si empunya Google, Yahoo, Friendster, MySpace atau bahkan Microsoft sekalipun… Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa seperti sekarang, mereka tidak pernah berhenti belajar, berinovasi, berjuang, dsb.
Bukannya saya membawa kabar buruk bagi yang mempunyai harapan di dunia internet, internet adalah peluang yang besar dan luas, hanya saja tidak ada yang instant, kita harus terus belajar, mencoba, berinovasi secara konsisten… dan cobalah cari guru yang benar yang bisa membantu anda mencapai sukses,tidak banyak orang2 yang mau berbagi untuk yang satu itu biasanya, tetapi ada…
Goodluck with Internet!
ps :
ada yang nanya ke saya, “bener ngga seh bisa kaya dengan modal dengkul dari internet?…”
saya jawab “kalau dengan modal dengkul saja tidak bisa, tapi kalau dengan modal otak, skill & networking, dsb bisa… bahkan dengan modal materi Rp.0,0000000…0 saja.”
Posted by: Andy OrangeMood on: Juni 5, 2008
*Syarat dan Ketentuan Berlaku.
Yak, semoga kita semua sudah mengerti bahwa page view yang tinggi bukan berarti website tersebut ramai dan bagus. benar begitu? mari kita bahas… (itulah kenapa saya mencantumkan syarat dan ketentuan berlaku…
Seperti yang kita ketahui 1 Page View adalah sebuah request untuk menampilkan 1halaman. Artinya jika 1 orang 100 x mengunjungi sebuah halaman yang sama, maka halaman itu page viewnya = 100 x. lalu kenapa saya bilang page view yang tinggi bukan berarti website tersebut ramai dan bagus untuk beriklan? begini penjelasannya :
Page View / Unique User = Average View
Dari sana kita bisa menyimpulkan meski page viewnya tinggi tetapi jika unique usernya rendah, berarti terlalu banyak pengulangan iklan untuk 1 user = sia-sia.Saya tidak tahu pastinya research dari mana, tetapi ada yang mengatakan bahwa idealnya 1 user melihat iklan 3-5 kali agar terekam/teringat dalam pikiran/top of mind.
Bagaimana caranya? bayangkan anda masuk ke halaman Homepage sebuah website portal berita (sekarang lagi banyak kan?
) kemudian anda masuk ke 1 link berita, kemudian ketika anda selesai membaca, bagaimana flownya ketika anda ingin membaca berita lain? jika website tersebut mengharuskan/memaksa anda untuk kembali ke home terlebih dahulu, bisa jadi web developernya bodoh atau “terlalu pintar” sehingga melakukan trik tersebut untuk menaikan page view.
Bayangkan jika anda mengakses situs berita lagi, kemudian masuk ke halaman Homepage, kemudian anda membaca 1 berita di kolom utama, kemudian ketika anda ingin membaca berita lain, anda tidak perlu meng-load 1 halaman penuh, melainkan hanya kolom itu saja, yang tentu saja aksesnya menjadi lebih cepat. Nyaman bukan?
Kesimpulannya dan sayangnya saat ini belum banyak yang memanfaatkan teknologi Ajax tersebut, mungkin karena mereka takut untuk mengorbankan page view mereka yang mereka pikir masih dijadikan modal utama ketika menawarkan pemasangan iklan ke client-client untuk saat ini? Jika iya, mereka tentu lebih bodoh lagi, karena iklan sekarang metricnya sangat beragam, tergantung dari banyak hal. (type, behaviour, strategy, dll)
Selamat mengamati…
Posted by: Andy OrangeMood on: Maret 18, 2008
Video ini biasanya saya suguhkan ketika saya melakukan presentasi tentang Online Marketing Basic dengan klien2 saya. Please enjoy it.
Anda juga bisa menontonya di MSN Video dengan kualitas yang lebih baik dan streaming lebih lancar *ketika saya mencobanya seperti itu.
Posted by: Andy OrangeMood on: Maret 18, 2008
Pertanyaan klasik dari beberapa klien2 saya…
“Andy, saya sudah melakukan online campaign beberapa kali, tapi kok hasilnya selalu kurang memuaskan yah… kenapa begitu?…”
Biasanya saya selalu balik bertanya “kategory memuaskan disini apa ukurannya?…”
“Maksudnya?…” si klien penasaran.
“Maksud saya dari tiap2 campaign yang sudah pernah dijalankan, apa sih yang diharapkan? (online objective) dan berapa yang didapatkan? (result)”
“wah pokoknya click through tinggi, trafik ke website kita naik, penjualan naik bukan?…” klien sedikit bingung.
“Secara kasaran bisa begitu, secara analisis tidak begitu…” jawab saya.
Lalu saya mulai menjelaskan dengan santai tapi serius…
Sebuah online campaign yang baik dan benar, harus dimulai dari briefing yang jelas si brand/produk itu sendiri dari agency/client. Briefing yang jelas setidaknya meliputi :
*Briefing bisa lebih details dari ini, semakin details semakin bagus.
Nah dari briefing tersebut kita bisa melihat online objective tiap campaign tentunya berbeda-beda, misalnya jika type campaignnya adalah new product launch, biasanya online objectivenya adalah awareness yang artinya bisa drive traffic, bisa juga interaction, tergantung dari conceptnya.
Drive traffic = CTR (click through) Interaction = spend time user with ads, total interaction on ads, etc.
Dari penjelasan tersebut kita bisa menemui sebuah kasus dimana campaign dengan CTR rendah atau bahkan 0 bisa menghasilkan sales lebih tinggi di kenyataannya… percaya?… sebaiknya tidak sebelum mendengarkan penjelasan lebih lanjut.
Kita analogikan sebuah banner tentang handphone model baru, bayangkan ada 2 macam iklan yang satu gambar handphone yang begitu di klik langsung drive ke website official si handphone, satu lagi di banner tersebut kita bisa melakukan simulator seperti misalnya mengganti warna casing sesuai ketersediaan, melihat demo 3d bisa diputar2, buka tutup, melihat spesifikasi secara detils dari penjelasan yang menarik dan TANPA LINK ke website official.
Jika anda user yang melihat iklan tersebut, ketika melihat iklan pertama anda minimal akan melakukan 2 langkah untuk mengetahui spesifikasi handphone tersebut sebelum akhirnya memutuskan membeli. (banyak langkah jika ternyata website officialnya sangat tidak user friendly bukan?)
Sedangkan iklan kedua anda sudah tahu handphone itu tersedia warna apa saja, detils modelnya karena bisa melihat 3d rotate view, penjelasan tentang fitur2 utama, dsb. Jadi anda tidak perlu lagi ke website official handphone tersebut, dan anda bisa memutuskan apakah handphone tersebut sesuai dengan kebutuhan anda atau tidak, jika ya anda akan membelinya kemudian.
Got the point? Goodluck and let share again next time…
Posted by: Andy OrangeMood on: Maret 10, 2008
Hehehe… tenang saja, judul diatas hanyalah guyonan dari keadaan sekarang di kalangan agency baik itu media/brand atau bahkan direct advertiser. (Jangan mengirimkan CV ke saya yah!) Ya 2008 ini (tepatnya sejak quartal akhir 2007) banyak sekali agency/advertiser di Indonesia mulai serius terhadap digital advertising, beberapa faktor penyebabnya adalah :
Lalu apa maksud “Digital Person” diatas? “Digital Person” saya maksudkan adalah individual/team yang mengerti tentang bagaimana melakukan sebuah advertising di digital media secara baik dan benar.
Wait… Secara baik dan benar? apakah ada yang secara tidak baik dan salah? BANYAK! contoh simple adalah mereka yang mengaku sudah melakukan online campaign dengan mengscan gambar iklan di majalah lalu meletakannya di internet, kemudian membuat sebuah banner lain dari gambar jpg/gif yang me-link kesana… (gampang banget kalau mo cari model banner begituankan?)
Lalu salah siapa itu? ya salah agency dan clientnya kalau mau mau aja melakukan hal tersebut…
terus yang benar bagaimana? silahkan email saya atau tunggu dengan sabar di blog ini atau google kalau bahasa inggris anda bagus.
C U Later…
ps : maaf selalu ada gangguan waktu saya ngeblog akhir2 ini…
Posted by: Andy OrangeMood on: Januari 12, 2008
Siapa yang belum tahu CosaAranda? Jika belum dan anda seorang blogger yang ingin menerima penghasilan yang “lumayan” dari blogging/internet, silahkan belajar dari beliau di websitenya. Kebetulan dia sedang membuat topik Prediksi Bisnis Internet 2008, dan sedang melakukan sharing-sharing dengan melakukan interview beberapa pemain di bidangnya masing2 khususnya internet seperti teman saya Pitra dan pak Nukman Lutfie.
Untuk interview saya mungkin belum di upload disana karena saya baru bisa membalas pagi ini (saat mas Cosa meng-email saya sedang di Taipei, Taiwan) oleh karena itu saya juga ingin sharing disini, selamat menikmati, semoga berguna dan terima kasih kepada mas Cosa.
1. Bagaimana pendapatnya tentang perkembangan bisnis internet Indonesia di tahun 2007 barusan? Apakah di tahun 2008 nanti kondisi tersebut akan bertahan atau mengalami perubahan?
Tahun 2007 merupakan second baby step dari sebelumnya (tahun 2000-an) untuk local player, kalau dicermati ada beberapa pemain baru yang “kelihatannya” serius “menggodok” bidang bisnis online, dari yang conceptnya semi online maupun yang benar-benar online seperti bisnis game online yang selalu muncul pemain baru setiap tahunnya > 4 perusahaan. Tahun 2008 sendiri saya yakin akan semakin meningkat, pemicunya adalah semakin baiknya infrastructure (cable and next WiMax) dan alternative (3 & 3.5 G) pilihan untuk masyarakat terkoneksi dengan internet, maka akan semakin banyak pihak yang sadar bahwa ceruk di dunia online ini sebenarnya cukup menjajikan. Bicara mengenai porsi iklan karena berhubungan dengan pekerjaan saya, beberapa brand-brand besar akan menyisihkan anggaran yang lebih banyak ke digital advertising, dan sudah terasa di awal bulan ini.
2. Dengan semakin banyak masyarakat yang melek akan potensi bisnis online, apakah ini akan membawa perubahan dalam kondisi bisnis offline di Indonesia? Bagaimana dengan UKM?
Bisnis offline di Indonesia masih menjadi yang utama, bisnis online akan dimanfaatkan sebagai amplifier, kecuali untuk pemain yang memang pure online bidang bisnisnya, akan semakin banyak perusahaan yang “berpikir” keras untuk memanfaatkan media online untuk mendukung proses bisnisnya misalnya untuk advertising/branding/awareness , CRM & PR. Untuk UKM kemungkinan justru yang akan lebih gencar memanfaatkan media online, contoh simple untuk mereka bisa memanfaatkan media online untuk advertising/branding/awareness karena dari segi cost tentunya lebih affordable dan diharapkan lebih effective karena lebih measurable. Atau seperti yang banyak dilakukan sekarang sell our own product/service with internet.
3. Peran pemerintah dalam membantu pengembangan bisnis internet hingga sekarang terasa masih kurang. Bagaimana dengan tahun 2008 nanti?
Pertanyaan yang bagus dan susah dijawab oleh kita semua, tentunya kita sangat berharap pemerintah memberikan perhatian lebih di bidang ini karena pada prinsipnya internet bisa membawa kemajuan dan dampak positif bagi masyarakat, jangan berdalih internet lebih banyak membawa pornography dan violence, semua itu sangat mudah diatasi dari segi teknikal bekerja sama dengan seluruh ISP misalnya memblok situs2 yang memang berdampak negatif, melihat respon bapak menteri di Pesta Blogger kemarin, saya sendiri cukup optimis pemerintah sebenarnya cukup aware dan mendukung, tinggal eksekusinya saja.
4. Bagi individu / personal, bagaimana prospek “make money from blog” di tahun 2008?
Pertanyaan yang paling sering datang ke email saya atau saat saya bertemu blogger2 J Saya sendiri optimis 2008 beberapa blogger akan bisa menikmati “remah-remah” porsi iklan dari brand-brand besar, dengan catatan bagi mereka yang memang benar-benar terbukti, ulet dan konsisten. Mengenai make money jangan lupa sebenarnya lebih gampang dari bisnis offline dan tradisional, jadi pastikan kita mempunyai long breathe ketika akan bermain di online.
5. Apa yang kira-kira akan menjadi andalan bagi blogger di tahun 2008? Apa akan masih tetap mengidolakan Google AdSense?
Saya malah ada pertanyaan balik, berapa banyak yang sudah “mencicipi” nikmatnya GA dari tahun-tahun kemarin? Logikanya jika cukup banyak maka akan banyak yang setia dan makin banyak yang mencoba, jika tidak maka akan mencari alternative lain.
6. Bagaimana dengan bisnis affiliasi dan “wirausaha” online (berjualan produk sendiri)? Mana yang akan lebih berkembang di tahun 2008?
Akan lebih banyak bermunculan wirausaha online, berhubungan dengan pertanyaan no. 2 sebelumnya, baik itu pemain individual maupun kelas kakap. Bisnis affiliasi juga akan tetap tumbuh.
7. Program PPC lokal mulai bermunculan, seperti Affiliates Indonesia, KumpulBlogger, dll. Bagaimana pendapatnya tentang ini? Bagaimana prospek mereka di tahun 2008?
Hal itu tergantung dari keseriusan mereka sendiri, dari mulai system, service sampai sales mereka, yang pasti mereka akan “bergerilya” dengan “keras” (pengalaman pribadi sampai “berbusa-busa” lho)
8. Apa harapan bagi dunia bisnis internet Indonesia di tahun 2008? Ada pesan-pesan khusus bagi pebisnis internet Indonesia?
Harapan ya simple… Penetrasi internet Indonesia meningkat pesat, maka yang lain akan mengikuti sendiri. Pesannya untuk pemain personal/individual saja ya karena kalau pemain kelas kakap saya yang malah belajar… Untuk personal/individual bisnis online = bisnis offline, buat rencana dengan baik dan matang, eksekusi dengan sepenuh hati dan pikiran, maintenance dengan teratur, expand dengan tepat dan hati-hati.
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan, semoga bisa membantu.
Posted by: Andy OrangeMood on: November 1, 2007
Tulisan saya sebelumnya ada menyebutkan tentang rich media banner, sebenernya apa itu rich media banner?
“Rich media is a term for advanced technology used in internet ads, such as streaming video, applets that allow user interaction, and special effects”
Simplenya banner yang lebih canggih dan interaktif, lebih canggih karena bisa menggunakan audio video, interaktif karena memang terdapat dua arah komunikasi antara brands di iklan tersebut dengan audience. (dan sekali lagi perlu diingat semua hal diatas bisa dilakukan hanya didalam banner tanpa memerlukan microsite / website)
Seperti apa contohnya? banyak!, sayang sekali saya tidak bisa memberikan demo offline disini karena keterbatasan media, beberapa bentuk rich media adalah sebagai berikut :
Polite Banner : Rich media banner yang interaksinya harus dimulai dari trigger oleh audience. (Polite disini berarti sopan atau tidak mengganggu, karena semua actionnya atas permintaan audience/user trigger) Eksekusinya bisa berupa Game, Data Collection, Downloadable Content, Viral Marketing, dsb.
Sample :
1. Horizontal banner dimana audience bisa memilih menu seperti main game, send to friends, info product dsb.
2. Audience bisa bermain game langsung di banner. (tanpa perlu link ke microsite/website brands)
3. Audience diminta mengisi data misalnya untuk door prize.
4. Audience bisa memberitahukan teman2nya tentang hal tersebut (viral marketing)
Bentuk2 yang lain saya akan bahas di topik berikutnya.
Posted by: Andy OrangeMood on: Oktober 7, 2007
Beriklan di internet pada dasarnya hampir sama dengan beriklan di media lain, kita memerlukan banyak hal yang harus di pikirkan seperti strategy, concept, integrasi, dan lainnya. Itulah kenapa kita juga harus menentukan network yang tepat. Network? apa maksudnya itu? yang dimaksud network disini adalah beberapa website yang target audiencenya sesusai dengan target market kita, itu artinya kita tidak hanya beriklan di sebuah website lalu selesai begitu saja tugas kita.
Seperti yang kita bahas di topik sebelumnya, bahwa tidak ada sebuah website yang sangat ampuh yang bisa menjangkau semua target market anda, sebenarnya saya pribadi juga menerapkan prinsip yang sama untuk media traditional, dalam arti jika ingin memaksimalkan awareness misalnya, kita tidak bisa hanya memasang di satu jenis majalah/koran saja, tetapi carilah beberapa yang lain, itulah yang disebut dengan network.
Kenapa harus di beberapa website? tidak harus, tetapi jika anda ingin maksimal sebaiknya begitu, kenapa? fakta yang sangat mudah adalah perhatikan teman anda, apakah teman anda selalu membaca informasi dari media yang sama dengan anda setiap harinya? tentu tidak bukan? padahal anda dan teman anda ada di profil yang sama misalnya.
Lalu bagaimana sebaiknya? lakukan research, minta data & informasi sebanyak mungkin dari 3-5 media yang paling besar yang audiencenya merupakan target market anda. Bagaimana jika ada masalah dengan budget? lakukan research comparison dan lakukan prioritas, terkadang justru media yang teramat besar justru tidak menghasilkan impact yang tinggi karena teramat luas areanya.
Mintalah case studies campaign yang sudah pernah running di network tersebut, baik yang gagal maupun yang berhasil, konsultasilah dengan sales-sales media sesering mungkin, mereka akan membantu anda untuk melakukan campaign yang maksimal, dan tetap lakukan perbandingan antara media satu dengan media yang lain, anda akan bisa menentukan mana media yang profesional dan mana yang hanya ingin “menghisap” budget marketing anda.
Selanjutnya kita akan membahas mengenai service apa yang harus diberikan dari sebuah media yang profesional, terima kasih.
“Andy OrangeMood is Online Advertising Consultant”
Diskusi